Senin, 07 Maret 2011

KUMPULAN PUISI SAYA~

LUKA HATI~

Kini hidup merana

Bagi duri menusuk sukma

Bagai kalbu tertusuk pisau

Derap langkah hidup yang berbeda

Kini laksana mentari redup di siang hari

Kini laksana bintang padam di malam hari

Khiasan senyum yang selalu kau beri

Bagai di terjang ombak tanpa bekas

Tak terlintas kepergianmu ini

Membawa kegagalan dalam hati

Luka ini membekas serasa kau masih di hati

RASA HATI~

Hitamnya langit hari ini mulai pudar

Mentari pun mulai terlihat

Seperti hati ini yang redup menjadi terang

Pelangi mulai menghiasi langit

Warna itu seperti hatiku semenjak hadirmu

Kau sosok yang mewarnai hatiku

Kau sosok yang melengkapi hidupku

Kau sosok yang merubah diriku

Kau sosok yang menerangi pandanganku

Memang kamu bukan yang pertama di hati

Tapi kamu yang pertama hiasi hati

Hari-hari sunyi itu hilang

Segores lukapun telah kau tutup

Semua tentangmu begitu ku sukai

CINTAI DIA DALAM HATI~

Jauh pandangan ku lihat kau tertawa

Hatikupun ikut bahagia

Jauh pandangan ku lihat kau menangis

Hatikupun ikut bersedih

Ku perhatikan setiap gerak-gerikmu

Ku pandangi setiap senyummu

Tak sanggup terucap namun hati berkata

CINTAI DIA DALAM HATI

Merasakan akan cinta ini di hati

Mungkin sakit untukku

Tapi suatu kebahagiaan untukmu

Aku ingin menanti ketulusanmu

Bukan hanya mendapat cinta

Dan pudar begitu saja

Kaulah yang ku ingin, Kaulah yang di hati

Cukup aku dan hati ini saja yang tau

SEBUAH PERBEDAAN~

Terhanyut akan sebuah angan,

Termakan oleh suatu omongan

Sebuah perbedaan sulit untukku dan dia

Terkadang perbedaan tak bisa

Mengerti akan cinta ini.

Cinta yang tertahan suatu

Perbedaan derajat

Perbedaan usia

Dan juga perbedaan agama

Cinta itu saling memberi

Cinta itu saling menyayangi

Cinta itu saling mengasihi

Dan terkadang cinta tak kenal perbedaan

Ketika perbedaan itu ada di cinta

Saatnya buktikan cinta itu bisa bertahan

Meskipun ada sebuah perbedaan


INILAH SAHABAT~

Ketika aku bersedih

Seorang sahabat ikut menangis

Ketika aku bahagia

Seorang sahabat ikut tertawa

Ketika aku ingin sendiri

Seorang sahabat selalu mengerti

Ketika aku marah

Seorang sahabat yang menenangkanku

Ketika aku galau

Seorang sahabat yang menghiburku

Ketika aku berbagi cerita

Seorang sahabat yang mendengarkanku

Sahabat selalu berbagi

Berbagi kasih

Berbagi sayang

Berbagi cerita

Berbagi rasa

Segelap-gelapnya langit

Tetap terang selama ada bintang

Segelap-gelapnya melangkah

Tetap terang selama ada sahabat

RINTIHAN ANAK TIRI~

Aku di bedakan

Aku di campakan

Aku di lukai

Aku di hardik

Apa salahkah ibu jikalau

Aku hanya seorang anak tiri?

Apa haramkah ibu jikalau

Aku hanya seorang anak tiri?

Ibu, kau memang ibu tiriku

Pernikahan kedua dari ayahku

Apa salah aku hidup bersamamu?

Apa cara ini yang kau lakukan

Untuk mendidikku?

Aku merasa di bedakan

Aku merasa ditirikan

Aku sedih ibu,

Aku rindu pada belaian seorang ibu

Aku rindu pada tutur lembut seorang ibu

Aku rindu pada senyum seorang ibu

Aku rindu pada amarah seorang ibu

Aku memang bukan anakmu

Tapi perlakukanlah aku seperti anakmu

Oh ibu tiriku

BUNDA~

Terbangun dari mimpiku

Seorang wanita tersenyum di sampingku

Membelai rambutku

Mencium keningku

Siapa gerangan?

Tentulah sang Ibu

Menyiapkan sarapan untukku

Merapikan semua kebutuhanku

Terbangun pagi untuk merawatku

Senyum sapa yang kau beri

Laksana mentari terbit di malam hari

Kasih sayangmu tulus

Amarahmu selalu bermakna

Cintamu pun tak terganti

Ibu, aku berjanji

Akan membalas semua kebaikanmu

Menjadi anak yang berbakti

Menjadi seorang yang berguna

Merawatmu nanti

Serta menjadi anak yang benar

Peganglah janjiku oh ibu. .

2 komentar: